Proses yang Karbitan Tidak Melahirkan Pemimpin

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Center for Creative Leadership di Greensboro, Nort Carolina menemukan bahwa kebanyakan eksekutif gagal bukan karena mereka tidak ahli di bidangnya masing-masing, namun karena mereka tidak mampu menguasai keterampilan berhubungan atau berkomunikasi dengan orang lain. Para eksekutif ini digambarkan sebagai orang yang dingin, tidak memiliki sikap empati, mementingkan diri sendiri, menjaga jarak, terlalu ambisius sehingga mereka lebih banyak dibenci para bawahannya.  Berdasarkan hal ini, maka ditemukan tujuh alasan pokok penyebab kegagalan seorang pemimpin:

Seorang pemimpin hadir bukan untuk menanamkan beban dan kepedihan bawahannya. Pada zaman globalisasi yang melanda seluruh belahan dunia, tidak diperlukan lagi seorang pemimpin yang berkuasa penuh atas orang lain dan pemimpin yang hanya bisa mengeluarkan perintah. Setidaknya ada lima macam kualitas yang tidak dibutuhkan dan harus dihindari oleh seorang pemimpin abad XX1:
1.    Nilai kepatuhan mutlak (boot camp values), mencerminkan keinginan pemimpin yang menuntut kepatuhan tanpa syarat.
2.    Penyangkal (Deniability), mencerminkan sikap bahwa pemimpin tidak pernah bersalah, ketika kegagalan terjadi pemimpin cenderung menyelahkan orang lain dari pada menerima kegagalan tersebut sebagai tanggung jawabnya.
3.    Aturan Emas (The Golden Rule), keyakinan pemimpin bahwa “siapa yang memegang tahta emas, dialah yang membuat aturan main.
4.    Egoistik (self Centeredness), keyakinan bahwa segala hal hanya untuk sang pemimpin.
5.    Tangan besi (An Iron First), keyakinan pemimpin bahwa manusia hanya bisa diatur dengan kekerasan dan rasa takut.

Seorang pemimpin dituntut untuk mampu membangun kapasitas serta sinergi untuk menyatukan seluruh potensi organisasi sehingga energi yang berkekuatan besar tersebut mengarah ke arah  visi dan tujuan organisasi. Kepemimpinan bukanlah sesuatu yang kita miliki, tetapi sesuatu yang kita berikan secara tulus dari dalam hati, jiwa, dan pikiran kita untuk kemajuan orang lain dan organisasi. Pemimpin hanya bisa menemukan di dalam diri mereka sendiri kekuatan untuk membuat makna kepemimpinan menjadi hidup, semangat juang, visi, kepercayaan diri, toleransi terhadap ketidakpastian dan ortodoks, intuisi, empati, keberanian dan integritas hanya bisa muncul di dalam diri seorang pemimpin, dan tidak akan bisa tercipta melalui pemberian dari orang lain.
Vince Lombardi menyatakan bahwa: “ bertentangan dengan opini banyak orang, pemimpin tidak dilahirkan,  pemimpin dibuat, dibentuk, dan itu semua terbentuk melalui usaha dan kerja keras” . Opini yang berkembang belakangan menunjukkan bahwa anggapan bahwa pemimpin tidak lagi dianggap sebagai seseorang yang ditakdirkan melalui kelahirannya untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi pemimpin lebih banyak dibentuk melalui pengalaman, usaha, motivasi, dan belajar. Pemimpin yang baik sudah seharusnya menjadi manusia pembelajar yang akan selalu senantiasa belajar dari kehidupannya, lingkungan sekitarnya, dan orang lain.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s