A. Demografi Definisi Tersurat, Historisitas, & Harapan
Demografi diidentikkan dengan gambaran suatu penduduk di suatu wilayah. Istilah ini diangkat dari bahasa Yunani Demos dan grafein, yang bermaksud untuk memberikan suatu lukisan menyeluruh dari suatu kondisi masyarakat. Lukisan terhadap keadaan dan kondisi masyarakat inilah yang nantinya dituangkan dalam statistik data kependudukan guna mengetahui konsisi sosial ekonomi penduduk di suatu negara. Dengan kemampuan ini, demografi memiliki manfaat yang cukup signifikan dalam memproyeksi kondisi penduduk yang berhubungan dalam mengetahui:
Eksisnya demografi dipelopori oleh John Graunt (1620-1674), warga negara Inggris yang cakap menganalisa masalah mortalitas. Ia menegaskan bahwa segala hal tentang riset kependudukan sebaiknya menekankan pada aspek jenis kelamin, negara, umur, dan agama. Pada pengiimplementasiannya Graunt sangat berhati-hati dan sangat kritis dalam proses pencarian data penduduk disuatu wilayah.
Shryock & Siegal mengkategorikan demografi dalam dua bentuk, demografi formal yang menekankan pada masalah jumlah, distribusi, struktur, dan pertumbuhan penduduk. Dan dalam arti luas mencakup karakteristik penduduk yang di dalamnya termuat aspek budaya, sosial, dan ekonomi.
B. Demografi: Komposisi, distribusi, dan data
Dalam perjalanannya komposisi penduduk akan ditekankan pada empat aspek:
1. Demografi: umur, jenis kelamin, jumlah wanita usia subur, dan jumlah anak.
2. Karakteristik sosial: tingkat pendidikan dan status perkawinan.
3. Ekonomi: kegiatan penduduk yang aktif, lapangan usaha, status dan jenis pekerjaan, dan tingkat pendapatan.
4. Geografis: letak tempat tinggal.
Distribusi Penduduk
Dalam mengetahui gambaran umum suatu wilayah, demografi jelas membutuhkan data untuk menganalisa jumlah dan gambaran penduduk. Menurut cara memperoleh data demografi dapat dikelompokkan menjadi dua: primer yang dikumpulkan sendiri oleh pengguna data untuk keperluan yang sangat spesifiki. Dan data sekunder, merupakan data yang dikumpulkan oleh pihak lain dan digunakan oloeh pengguna data di luar pihak yang mengumpulkan data. Beberapa sumber statistik demografi:
1. Sensus penduduk,
yang berupa pencatatan menyeluruh terhadap semua orang, dilaksanakan pada jangka waktu tertentu, dan mencakup suatu wilayah tertentu. Dalam sensus penduduk subjek yang didata adalah perorangan bukan keluarga dan menggunakan konsep de jure dan de facto. Dengan sensus penduduk akan didapatkan data yang menyeluruh sehingga sangat minim terbebas dari kesalahan sampel. Kualitas sensus penduduk ditentukan juga untuk beberapa faktor: partisipasi masyarakat, geografis, kualitas petugas, kualitas responden, perencanaan dan pelaksanaan.
2. Registrasi Vital
Registrasi ini mengacu pada aspek kelahiran, perkawinan, kematian, dll. Terjadi di lingkungan gerejawi dan dipelopori oleh Graunt. Menyoal registrasi vital digunakan karena registrasi ini berfokus pada kejadian sejak seseorang lahir dan menjadi anggota suatu komunitas, sampai meninggal, serta semua perubahan status yang dialami antara keduanya dalam hal ini terkait pernikahan dan perceraian. Dalam pengambilan data jenis ini PBB mengatur beberapa syarat dalam pengambilan sampel:
a. Ada peraturan yang memaksa penduduk melapor
b. Dilaksanakan oleh badan pemerintah
c. Terdapat sanksi hukum
d. Ada petugas yang melaksanakan pendaftaran
e. Keterangan yg dilaporkan
f. Pelaporan kelahiran dan kematian
g. Tabulasi dan penyajian data.
3. Survey Sampel
Dalam demografi teknik ini dilakukan untuk memperoleh data yang lebih terperinci dan spesifik serta untuk memenuhi kebutuhan data antar sensus. Beberapa hal yang membedakan:
A. Cakupan penduduk yang dicacah
B. Fleksibilitas pelaksanaan
C. Topik yang dikumpulkan
C. Menelisik Fertilitas, Mordibilitas, dan Mortalitas
Fertilitas adalah pada dasarnya merupakan kemampuan menghasilkan keturunan yang dikaitkan dengan kesuburan wanita (fekunditas). Dalam perkembangan demografi fertilitas lebih ditekankan pada hasil reproduksi yang nyata (bayi lahir hidup) dari seorang wanita atau sekelompok wanita. PBB lebih jauh mendefinisikan mortalitas dalam beberapa keadaan: lahir hidup (live birth), lahir mati (still birth), aborsi (sengaja dan spontan). Adapun beberapa ukuran dasar fertilitas di antaranya:
1. Angka kelahiran kasar, yang diukur dari banyaknya kelahiran dalam satu tahun tertentu perseribu penduduk.
2. Angka fertilitas umum, yang diukur dari banyaknya kelahiran pada suatu tahun per 1000 penduduk perempuan berumur rentang 15-49 atau 15-44 tahun pada pertengahan tahun yang sama.
3. Angka kelahiran menurut umur, yang diukur melalui banyaknya kelahiran dari perempuan pada suatu kelompok umur pada suatu tahun tertentu per 1000 perempuan pada kelompok umur dan pertengahan tahun yang sama.
4. Angka fertilitas total, jumlah anak rata-rata yang akan dilahirkan oleh seorang perempuan pada akhir masa reproduksinya apabila perempuan tersebut mengikuti pola fertilitas pada saat TFR dihitung.
5. Angka lahir hidup, banyaknya kelahiran hidup sekelompok atau beberapa kelompok perempuan pada saat mulai memasuki reproduksi hingga pada saat pengumpulan data dilakukan.
6. Rasio anak wanita, perbandingan antara jumlah anak di bawah lima tahun dengan jumlah penduduk perempuan usia reproduksi.
Mordibilitas merupakan peristiwa sakit atau kesakitan, yang juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor sosial, ekonomi, dan budaya. Konteks mordibilitas juga bergantung pada jenis penyakit dan lamanya sakit. Berbeda dengan mordibilitas, Mortalitas merupakan kematian yang terjadi pada anggota penduduk.
D. MIGRASI
Migrasi mencerminkan terjadinya perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melampaui batas politik atau negara ataupun batas administratif atau batas bagian dalam suatu negara. Dalam pengertian lain migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah ke daerah lain. adapun faktor pendorong migrasi antara lain:
No Faktor Pendorong Faktor Penarik 4 keputusan pennyebab migrasi. Lee (1966)
1 Berkurangnya sumber kehidupan Harapan memperbaiki kehidupan Faktor daerah asal
2 Berkurangnya lapangan pekerjaan Kesempatan pendidikan Faktor daerah tujuan
3 Tekanan politik, agama, suku Lingkungan kondusif Rintangan yang menghambat
4 Pendidikan, pekerjaan, perkawinan hiburan Faktor pribadi
5 Bencana alam
E. Permasalahan Demografi Indonesia
1. Dalam kondisi realnya komposisi jumlah penduduk di Indonesia terpusat di Jawa, padahal perbandingan luas wilayah Jawa terhadap provinsi lainnya tidak lebih dari 7%. Hal ini jelas berimplikasi langsung terhadap ketimpangan pemerataan pembangunan di daerah-daerah selain Jawa. Bayangkan, jika persebaran penduduk terjadi secara merata maka kita akan bisa melihat Jakarta di Maluku, Papua, Kalimantan Barat, dll.
2. Lonjakan jumlah penduduk yang meningkat 2x lipat selama 4 dasawarsa dari tahun 1960-an. Menyebabkan masalah pemenuhan akan kebutuhan sulit terpenuhi karena suplai produksi barang dan jasa yang sangat minim.
3. Padatnya jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya jumlah angkatan kerja, sedangkan jumlah ketersediaan lapangan kerja konstan.
4. Peran pemerintah untuk mendorong migrasi penduduk juga dirasa kurang signifikan, belum mendapatkan perhatian utama dari masyarakat karena program lanjutan untuk bertahan hidup pasca migrasi belum efektif meningkatkan taraf hidup imigran.